Antihistamin II
Antihistamin adalah zat-zat yang
dapat mengurangi atau menghalangi efek histamin terhadap tubuh dengan jalan
memblok reseptor-histamin terhadap tubuh dengan jalan memblok reseptor-histamin.Antihistamin
dapat dibagi dalam 2 tipe,yaitu reseptor H1 dan reseptor H2.Antihistamin dibagi
menjadi 2 kelompok,yakni antagonisreseptor-H1(H1-blockers atau antihistaminika)
dan antagonis reseptor H2 (H2-blockers atau zat penghambat asam).
H2-blockers(Penghambat asma)
Obat-obat ini menghambat secara
efektif sekresi asam lambung yang meningkat akibat histamin,dengan jalan
persaingan terhadap reseptor H2 di lambung.Efeknya adalah berkurangnya
hipersekresi asam klorida,juga mengurangi vasodilatasi dan tekanan darah
menurun ,Senyawa ini banyak digunakan pada terapi tukak lambung usus huna
mengurangi sekresi HCl dan pepsin,juga sebagai zat pelindung tambahan pada
terapi dengan kortikosteroid.Lagi pula sering kali Bersama suatu zat stimulator
motilitas lambung (cisaprida)pada penderita reflux.Penghambat asam yang dewasa
ini banyak digunakan adalah ranitidine dan simetidin.
Farmakokinetik
Antagonis H2 diabsorpsi secara
cepat dan baik setelah pemberian oral konsentrasi puncak plasma di capai dalam
waktu 1-2 jam.Waktu paruh eliminasi ranitidine dan simetidin kerrang lebih 2-3
jam.Walaupun obat-obat ini dieksresikan dalam jumlah besar di urin dalam bentuk
utuh sehingga pada gangguan perlu dilakukan penyesuaian dosis.
Simetidin
Simetidin adalah golongan obat
dari kelas penghambat H2(Antagonis H2).Simetidin bekerja dengan cara mengurangi
produksi asam lambung yang berlebih akibat penghambatan reseptor histamin-H2.Simetidin
masuk kedalam SSP dan kadarnya dalam cairan spiral 10-20% dari kadar serum.Sekitar
50-80% dari dosis IV dan 40% dari dosis oral dieksresi dalam bentuk asal dalam
urin.Masa paruh eliminasisekitar 2 jam.
Ranitidin
Ranitidin bekerja menghambat
reseptor histamin H2 secara selektif dan reversible.Perangsangan dari reseptor
histamin H2 ini akan merangsang sekresi asam lambung sehingga dengan adanya ranitidine
sebagai antagonis dari reseptor histamin ini,maka akan terjadi penghambatan
sekresi asam lambung.Dengan kadar puncak dalam plasma yang dicapai dalam 1-3
jam pengunaan 150 mg ranitidine oral.15% dari ranitidine akan terikat oleh
protein plasma.Metabolisme lintas pertama terjadi di hati dalam jumlah yang
cukup besar setelah pemberian oral.
Daftar Pustaka
Keenan,W.Charles,Kleinfelter,dkk.2006.Kimia
untuk Universitas.Jakarta:Erlangga.
Siswandono.2016.Kimia Medisinal
2 Edisi 2.Surabaya:Airlangga University.
Pertanyaan
1. Apa
yang menyebabkan Antagonis H2 diabsorpsi secara cepat dan baik setelah
pemberian oral konsentrasi puncak plasma di capai dalam waktu 1-2 jam?
2. Apakah
mengkonsumsi Antagonis H2 secara bersamaan dengan obat antagonis H1 dapat
mempengaruhi kerja obat Antagonis H2?
3. Bagaimana
mekanisme dengan berkurangnya hipersekresi asam klorida,juga mengurangi
vasodilatasi dan tekanan darah menurun dapat menghambat histamin?

14 Komentar:
assalamualaikum, izin menjawab pertanyaan nomor 3.
H2-blockers (Penghambat asma) obat-obat ini menghambat secara efektif sekresi asam lambung yang meningkat akibat histamine, dengan jalan persaingan terhadap reseptor-H2 di lambung. Obat ini diduga bekerja dengan cara menghambat interaksi histamine dengan reseptor H2 secara kompetitif dan selektif sehingga tidak memberikan efek pada reseptor H1. Efeknya adalah berkurangnya hipersekresi asam klorida, juga mengurangi vasodilatasi dan tekanan darah menurun. Senyawa ini banyak digunakan pada terapi tukak lambug usus guna mengurangi sekresi HCl dan pepsin, juga sebagai zat pelindung tambahan pada terapi dengan kortikosteroida. Lagi pula sering kali bersama suatu zat stimulator motilitas lambung (cisaprida) pada penderita reflux. Penghambat asam yang dewasa ini banyak digunakan adalah simetidin, ranitidine, famotidin, nizatidin dan roksatidin yang merupakan senyawa-senyawa heterosiklis dari histamin. Histamin berinteraksi dengan H2 menyebabkan peningkatan sekresi asam lambung yang menyebabkan tukak lambung.
hanya itu yang dapat saya jawab. jika ada kekurangan mohon dilengkapi. terimakasih.
Izin menjawab pertanyaan no. 2
Apakah mengkonsumsi Antagonis H2 secara bersamaan dengan obat antagonis H1 dapat mempengaruhi kerja obat Antagonis H2?
Jawabnya dapat menpengakuhi kerja antagonis H2, karena antagonis reseptor H1 berfungsi untuk migrasi sel, nosisepsi, vasodilatasi, dan bronkokonstriksi. Obat-obatan golongan ini memang umum digunakkan sebagai obat-obatan antialergi sedangkan antagonis reseptor H2 berfungsi untuk mengatur sekresi asam lambung, produksi mukus pada saluran pernapasan dan juga untuk mengatur permeabilitas vaskular
Sehingga ketika memgkomsumsi obat antagonis H1 bersamaan dengan antagonis H2 dapat mempengaruhi dari kerja antagonis H2. Dimana Antagonis H1 tidaklah sama dengan Antagonis H2 dikarenakan keduanya menghambat reseptor histamin yang berbeda sehingga memiliki fungsi yang sangat berbeda.
Terimakasih semoga dapat membantu dan maaf jika banyak kekurangan dalam menjawab pertanyaan.
Sangat membantu sekali π
mantapβ¨β¨
ππ
ππ»ππ»ππ»
artikelnya bagus dan dapat dipahami terimakasih ilmunya
Terimakasih banyak atas ilmunya, artikelnya sangat bermanfaat ππ»
Terimakasih, artikelnya sangat bermanfaat.
Artikelnya sangat bermnafaat
πππππ
ππ»ππ»ππ»
Materinya sangat bermanfaatπ
Syuka sekaki artikelnya
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda