Minggu, 29 November 2020

Antihistamin II

 

Antihistamin adalah zat-zat yang dapat mengurangi atau menghalangi efek histamin terhadap tubuh dengan jalan memblok reseptor-histamin terhadap tubuh dengan jalan memblok reseptor-histamin.Antihistamin dapat dibagi dalam 2 tipe,yaitu reseptor H1 dan reseptor H2.Antihistamin dibagi menjadi 2 kelompok,yakni antagonisreseptor-H1(H1-blockers atau antihistaminika) dan antagonis reseptor H2 (H2-blockers atau zat penghambat asam).

H2-blockers(Penghambat asma)

Obat-obat ini menghambat secara efektif sekresi asam lambung yang meningkat akibat histamin,dengan jalan persaingan terhadap reseptor H2 di lambung.Efeknya adalah berkurangnya hipersekresi asam klorida,juga mengurangi vasodilatasi dan tekanan darah menurun ,Senyawa ini banyak digunakan pada terapi tukak lambung usus huna mengurangi sekresi HCl dan pepsin,juga sebagai zat pelindung tambahan pada terapi dengan kortikosteroid.Lagi pula sering kali Bersama suatu zat stimulator motilitas lambung (cisaprida)pada penderita reflux.Penghambat asam yang dewasa ini banyak digunakan adalah ranitidine dan simetidin.

Farmakokinetik

Antagonis H2 diabsorpsi secara cepat dan baik setelah pemberian oral konsentrasi puncak plasma di capai dalam waktu 1-2 jam.Waktu paruh eliminasi ranitidine dan simetidin kerrang lebih 2-3 jam.Walaupun obat-obat ini dieksresikan dalam jumlah besar di urin dalam bentuk utuh sehingga pada gangguan perlu dilakukan penyesuaian dosis.

Simetidin

Simetidin adalah golongan obat dari kelas penghambat H2(Antagonis H2).Simetidin bekerja dengan cara mengurangi produksi asam lambung yang berlebih akibat penghambatan reseptor histamin-H2.Simetidin masuk kedalam SSP dan kadarnya dalam cairan spiral 10-20% dari kadar serum.Sekitar 50-80% dari dosis IV dan 40% dari dosis oral dieksresi dalam bentuk asal dalam urin.Masa paruh eliminasisekitar 2 jam.

Ranitidin

Ranitidin bekerja menghambat reseptor histamin H2 secara selektif dan reversible.Perangsangan dari reseptor histamin H2 ini akan merangsang sekresi asam lambung sehingga dengan adanya ranitidine sebagai antagonis dari reseptor histamin ini,maka akan terjadi penghambatan sekresi asam lambung.Dengan kadar puncak dalam plasma yang dicapai dalam 1-3 jam pengunaan 150 mg ranitidine oral.15% dari ranitidine akan terikat oleh protein plasma.Metabolisme lintas pertama terjadi di hati dalam jumlah yang cukup besar setelah pemberian oral.

 

Daftar Pustaka

 

Keenan,W.Charles,Kleinfelter,dkk.2006.Kimia untuk Universitas.Jakarta:Erlangga.

Siswandono.2016.Kimia Medisinal 2 Edisi 2.Surabaya:Airlangga University.

Pertanyaan

1.       Apa yang menyebabkan Antagonis H2 diabsorpsi secara cepat dan baik setelah pemberian oral konsentrasi puncak plasma di capai dalam waktu 1-2 jam?

2.       Apakah mengkonsumsi Antagonis H2 secara bersamaan dengan obat antagonis H1 dapat mempengaruhi kerja obat Antagonis H2?

3.       Bagaimana mekanisme dengan berkurangnya hipersekresi asam klorida,juga mengurangi vasodilatasi dan tekanan darah menurun dapat menghambat histamin?

 

 

 

14 Komentar:

Pada 29 November 2020 pukul 21.44 , Blogger Pupe Dila Sari mengatakan...

assalamualaikum, izin menjawab pertanyaan nomor 3.
H2-blockers (Penghambat asma) obat-obat ini menghambat secara efektif sekresi asam lambung yang meningkat akibat histamine, dengan jalan persaingan terhadap reseptor-H2 di lambung. Obat ini diduga bekerja dengan cara menghambat interaksi histamine dengan reseptor H2 secara kompetitif dan selektif sehingga tidak memberikan efek pada reseptor H1. Efeknya adalah berkurangnya hipersekresi asam klorida, juga mengurangi vasodilatasi dan tekanan darah menurun. Senyawa ini banyak digunakan pada terapi tukak lambug usus guna mengurangi sekresi HCl dan pepsin, juga sebagai zat pelindung tambahan pada terapi dengan kortikosteroida. Lagi pula sering kali bersama suatu zat stimulator motilitas lambung (cisaprida) pada penderita reflux. Penghambat asam yang dewasa ini banyak digunakan adalah simetidin, ranitidine, famotidin, nizatidin dan roksatidin yang merupakan senyawa-senyawa heterosiklis dari histamin. Histamin berinteraksi dengan H2 menyebabkan peningkatan sekresi asam lambung yang menyebabkan tukak lambung.
hanya itu yang dapat saya jawab. jika ada kekurangan mohon dilengkapi. terimakasih.

 
Pada 30 November 2020 pukul 02.05 , Blogger Nopela Sari mengatakan...

Izin menjawab pertanyaan no. 2

Apakah mengkonsumsi Antagonis H2 secara bersamaan dengan obat antagonis H1 dapat mempengaruhi kerja obat Antagonis H2?

Jawabnya dapat menpengakuhi kerja antagonis H2, karena antagonis reseptor H1 berfungsi untuk migrasi sel, nosisepsi, vasodilatasi, dan bronkokonstriksi. Obat-obatan golongan ini memang umum digunakkan sebagai obat-obatan antialergi sedangkan antagonis reseptor H2 berfungsi untuk mengatur sekresi asam lambung, produksi mukus pada saluran pernapasan dan juga untuk mengatur permeabilitas vaskular

Sehingga ketika memgkomsumsi obat antagonis H1 bersamaan dengan antagonis H2 dapat mempengaruhi dari kerja antagonis H2. Dimana Antagonis H1 tidaklah sama dengan Antagonis H2 dikarenakan keduanya menghambat reseptor histamin yang berbeda sehingga memiliki fungsi yang sangat berbeda.

Terimakasih semoga dapat membantu dan maaf jika banyak kekurangan dalam menjawab pertanyaan.

 
Pada 19 Desember 2020 pukul 22.51 , Blogger Teti mengatakan...

Sangat membantu sekali πŸ‘

 
Pada 19 Desember 2020 pukul 23.08 , Blogger diann mengatakan...

mantap✨✨

 
Pada 20 Desember 2020 pukul 00.30 , Blogger Riselya dw mengatakan...

πŸ‘πŸ‘

 
Pada 20 Desember 2020 pukul 07.24 , Blogger Anggi Permata Sari mengatakan...

πŸ‘πŸ»πŸ‘πŸ»πŸ‘πŸ»

 
Pada 20 Desember 2020 pukul 16.30 , Blogger Annisa Dhita Syahrial mengatakan...

artikelnya bagus dan dapat dipahami terimakasih ilmunya

 
Pada 21 Desember 2020 pukul 14.51 , Blogger Try Rahmawati Apriliyani mengatakan...

Terimakasih banyak atas ilmunya, artikelnya sangat bermanfaat πŸ™πŸ»

 
Pada 21 Desember 2020 pukul 16.49 , Blogger Annastya Nur Azizah mengatakan...

Terimakasih, artikelnya sangat bermanfaat.

 
Pada 21 Desember 2020 pukul 19.06 , Blogger Emelia Oktaviani mengatakan...

Artikelnya sangat bermnafaat

 
Pada 22 Desember 2020 pukul 01.03 , Blogger Unknown mengatakan...

πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘

 
Pada 22 Desember 2020 pukul 01.03 , Blogger Unknown mengatakan...

πŸ‘πŸ»πŸ‘πŸ»πŸ‘πŸ»

 
Pada 22 Desember 2020 pukul 02.45 , Blogger yudia aprilia mengatakan...

Materinya sangat bermanfaatπŸ‘

 
Pada 22 Desember 2020 pukul 03.19 , Blogger Maulizarni mengatakan...

Syuka sekaki artikelnya

 

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda