Hematologi II
FIBRINOLISIS
Fibrinolisis merupakan
kondisi pecahnya fibrin (salah satu agen pembeku darah yang diproduksi dalam
darah sebagai produk akhir koagulasi).Fibrinolisis merupakan sistem yang diatur
secara terintegrasi dengan sistem koagulasi melalui beberapa jalur molekuler.
Jalur-jalur tersebut berupa substrat, aktivator, inhibitor, kofaktor dan
reseptor. Aktivasi koagulasi akan membentuk trombin, yang menghasilkan
pembentukan trombus oleh konversi fibrinogen menjadi fibrin dan aktivasi trombosit.
Plasmin adalah protease fibrinolitik utama. Plasminogen (PLG) merupakan zymogen
yang beredar di dalam plasma, dapat diubah menjadi plasmin oleh Tissue
Plasminogen Activator (tPA) maupun oleh Urokinase (UPA).
Terlihat pada
gambar,plasminogen activators, tissue plasminogen activator (tPA) and urokinase
plasminogen activator (UPA), membelah ikatan Arg560-Val561 dari plasminogen
untuk menghasilkan enzim plasmin aktif. Lysine-binding sites dari plasmin (dan
plasminogen) memungkinkannya untuk mengikat fibrin, sehingga fibrinolisis
fisiologis merupakan “fibrin specific”. Kedua plasminogen (melalui lysine
binding sites) dan TPA memiliki afinitas khusus terhadap fibrin. Terbentuk
fibrin degradation product (FDP) merupakan bentukan fibrin yang terdegradasi
oleh plasmin. Setiap plasmin bebas membentuk suatu komplesk α2-antiplasmin
(α2Pl) (Konkle, 2010). Sistem hemostasis mengontrol pembentukan trombin aktif
atau trombosis melalui mekanisme umpan balik sehingga menghasilkan keseimbangan
antara aktivasi dan inhibisi.
ANTIFIBRINOLITIK
Obat fibrinolitik
adalah obat-obat yang membantu melarutkan bekuan darah yang telah terbentuk.Ada
3 kelas obat fibrinolitik,yaitu:
1.
Aktivator Plasminogen Jaringan (tPA)
2.
Streptokinase (SK)
3.
Urokinase (UK)
Aktivator Plasminogen Jaringan (tPA)
·
Mekanisme kerja:
tPA menghancurkan gumpalan dengan cara terikat kefibrin di permukaan gumpalan darah, sehinggamengaktivasi plasminogen yang terikat ke fibrin.Plasmin dilepaskan dari plasminogen yang terikatfibrin, kemudian molekul fibrin dihancurkan olehplasmin, maka gumpalan terlarut.
·
Kelompok obat ini digunakan pada infark miokardialakut, stroke thrombotik serebrovaskular danembolisme pulmoner.
·
Farmakokinetik:
Masa paruh tPA ±
5-10 menit,mengalami metabolisme dihati dan kadar plasma bervariasi karena
aliran darah ke hati yang bervariasi.
·
Dosis:
Alteplase diberikan secara infus IV sejumlah 60 mgselama jam pertama dan selanjutnya 40 mg diberikandengan kecepatan 20 mg/jam. Dosis reteplase 2 kali 10unit diberikan sebagai suntikan bolus IV denganinterval pemberian 30 menit.
·
Contoh obat golongan ini,yaitu:
1.
Alteplase (Activase®; rtPA) adalah bentuk rekombinandari tPA manusia. Alteplase memiliki waktu paruh pendek (5menit) dan oleh karena itu diberikan secara bolus intravenadiikuti dengan infus.
2.
Retaplase (Retavase®) dibuat secara genetik, turunanyang lebih kecil dari tPA rekombinan yang telah ditingkatkanpotensinya dan bekerja lebih cepat dari rTPA. Retaplasebiasanya diberikan sebagai injeksi bolus IV. Retaplase digunakanpada infark miokardial akut dan embolisme paru.
3.
Tenecteplase(TNK-tPA) memiliki waktu paruh yang
lebih panjang dan afinitas ikatan yang lebih besar untuk fibrin daripada rTPA.Karena
waktu paruh yang lebih panjang,dapat diberikan secara IV bolus.TNK-TPA hanya
digunakan pada infarkmiokardia I akut.
Streptokinase (SK)
·
Mekanisme kerja:
Streptokinase mengaktivasi plasminogen dengan cara tidaklangsung yaitu dengan bergabung terlebih dahulu denganplasminogen untuk membentuk kompleks aktivator.Selanjutnya kompleks aktivator tersebut mengkatalisisperubahan plasminogen bebas menjadi plasmin.
·
Farmakokinetika:
Masa paruhnya
bifasik (2 fase),fase cepat 11-13 menit dan fase lambat 23 menit.
·
Digunakan pada infark miokardial akut,thrombosis
vena dan artrial dan embolisme paru.
·
Contoh obat:
Fimakinase, Streptase.
·
Dosis:
dosis dewasa untuk infark miokard akutdianjurkan dosis total 1,5 juta IU secara infus selama1 jam.
Urokinase (UK)
·
Mekanisme kerja:
Urokinase diisolasi dari urin manusia.Urokinasebekerja secara langsung dengan mengaktifkan
plasminogen.
·
Urokinase digunakan untuk emboli paru,dan
tromboemboli pada arteri dan vena.
·
Farmakokinetika:
Bila diberikan secara IV, urokinase mengalami klirens(pembersihan) yang cepat oleh hati. Masa paruh sekitar 20menit. Sejumlah kecil obat diekskresi dalam empedu dan
urin.
·
Contoh obat:
Abbokinase, Urokinase-GCBT
inf
·
Dosis:
Dosis yang dianjurkan adalah dosis muat 1000sampai4500 IU/kgBBsecara IV dilanjutkan dengan infus IV 4400 IU/kgBB/jam.Asam aminokaproat merupakan penawar spesifik untukkeracunan urokinase. Dosis biasa dimulai dengan 5 g (oralatau IV), diikuti dengan 1,25 g tiap jam sampai perdarahanteratasi. Dosis tidak boleh melebihi 30 g dalam 24 jam.
Pertanyaan
1.
Ada 3 kelas obat fibrinolitik,yaitu aktivator plasminogen
(Tpa),streptokinase (SK) dan urokinase (UK),Pembagian 3 kelas obat fibrinolitik
tersebut dibedakan berdasarkan apa?
2.
Pada tPA,mengalami metabolisme dihati dan kadar
plasma bervariasi karena aliran darah ke hati yang bervariasi.Apakah variasi
kadar plasma mempengaruhi waktu paruh
obat tersebut?
3.
Alteplase memiliki waktu paruh pendek (5menit) dan oleh karena itu diberikan secara bolus intravenadiikuti dengan infus.Sedangkan,
Tenecteplase(TNK-tPA) memiliki waktu paruh yang lebih panjang .Apakah waktu
paruh dari suatu obat mempengaruhi cara pemberian obat ?
Daftar Pustaka
Maus,G. dan
K.Hajjar.2005.Molecular Mechanisms of Fibrinolysis.British Journal of Haematology.129:307-321.
Bakta, I.M., Suega, K.,
Dharmayuda, T.G. 2006. Anemia defisiensi besi. Dalam Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Edisi ke-4. Jakarta:
Pusat Penerbitan Ilmu Penyakit Dalam FK-UI.
p.634-40.


9 Komentar:
Sangat jelas penjelasannya kak,mantap👍
Sangat bermanfaat terimakasih👍🏻
artikelnya bagus dan dapat dipahami terimakasih ilmunya
Terimakasih banyak atas ilmunya, artikelnya sangat bermanfaat 🙏🏻
Artikelnya bagus dan mudah di pahami
Artikelnya sangat bermanfaat
👍👍👍👍👍
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Terimakasih materinya sangat bermanfaat dan mudah dipahami
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda