Rabu, 09 Desember 2020

RHEUMATOID ARTHRITIS

 

RHEUMATOID ARTHRITIS

Rheumatoid Arthritis (RA) adalah suatu penyakit autoimun dimana persendian (biasanya tangan dan kaki) mengalami peradangan, sehingga terjadi pembengkakan, nyeri dan seringkali menyebabkan kerusakan pada bagian dalam sendi. Penyebab utama rematik sampai saat ini belum diketahui. Namun diduga pertumbuhan penyakit rematik disebabkan oleh factor genetic, factor metabolism, factor pekerjaan, gaya hidup, dan lokasi geografis. Penyebab dari RA terkait dengan keterlibatan persendian simetrik poliartikular, manifestasi sistemik dan tidak dapat disembuhkan. RA diduga akibat dari disregulasi sistem imun tubuh sehingga manifestasinya sistemik.

Rheumatoid arthritis merupakan akibat disregulasi komponen humoral dan dimediasi oleh sel imun. Pada pasien RA menghasilkan antibodi yang disebut dengan faktor reumatoid (RF). Pasien yang mempunyai RF seropositif cenderung memiliki perjalanan penyakit yang lebih agresif dari pasien yang seronegatif. RA termasuk penyakit autoimun sistemik yang menyerang persendian. Reaksi autoimun terjadi dalam jaringan sinovial. Proses fagositosis menghasilkan enzim dalam sendi, kemudian enzim memecah kolagen sehingga terjadi edema, proliferasi membran sinovial dan akhirnya membentuk pannus. Pannus akan menghancurkan tulang rawan dan menimbulkan erosi tulang. Akibatnya adalah menghilangnya permukaan sendi yang akan mengganggu gerak sendi. Otot juga terkena karena serabut otot mengalami perubahan degeneratif dengan menghilangnya elastisitas otot dan kekuatan kontraksi otot.

Penatalaksanaan pada RA mencakup terapi farmakologi, rehabilitasi dan pembedahan bila diperlukan, serta edukasi kepada pasien dan keluarga. Tujuan pengobatan adalah menghilangkan inflamasi, mencegah deformitas, mengembalikan fungsi sendi, dan mencegah destruksi jaringan lebih lanjut.

1.       NSAID (Nonsteroidal Anti-Inflammatory Drug)

Diberikan sejak awal untuk menangani nyeri sendi akibat inflamasi. NSAID yang dapat diberikan atara lain: aspirin, ibuprofen, naproksen, piroksikam, dikofenak, dan sebagainya. Namun NSAID tidak melindungi kerusakan tulang rawan sendi dan tulang dari proses destruksi.

2.       DMARD (Disease-Modifying Antirheumatic Drug)

Digunakan untuk melindungi sendi (tulang dan kartilago) dari proses destruksi oleh Rheumatoid Arthritis.Jenis DMARD yang digunakan pada pengobatan rheumatoid arthritis adalah:

·         Metotreksat

Metotreksat saat ini digunakan sebagai lini pertama dalam pengobatan rheumatoid arthritis. Obat ini mampu menghambat produksi sitokin dan menstimulasi pelepasan adenosin. Dosis yang digunakan adalah 7,5-15 mg/minggu. Metotreksat memiliki onset yang cepat, hasilnya dapat dilihat setelah 2-3 minggu terapi. Metotreksat dikontraindikasikan pada ibu hamil, ibu menyusui, pasien dengan gangguan hati kronis dan pasien dengan gangguan ginjal. Penggunaan metotreksat pada usia lanjut perlu di hindari dan dipantau dengan hati-hati karena dapat menurunkan metabolisme, menurunkan fungsi ginjal dan adanya interaksi dengan riwayat penyakit. Pasien juga harus mendapatkan asam folat saat menggunakan metotreksat, karena metotreksat dapat menyebabkan defisiensi asam folat. Efek samping dari obat ini adalah mual, diare, dan muntah.

·         Sulfasalasin Sulfasalasin merupakan suatu prodrug yang diubah menjadi obat oleh bakteri di dalam kolon, dimana obat ini metabolitnya diekskresikan lewat urin. Efek antireumatik dapat dilihat setelah 2 bulan. Dosis yang digunakan yaitu 2x500 mg/hari ditingkatkan sampai 3x100 mg.

·         Hidroksiklorokuin Hidroksiklorokuin biasa digunakan pada rheumatoid arthritis ringan atau sebagai adjuvant pada kombinasi DMARD untuk penyakit yang lebih progresif. Onset dari obat ini salama 6 minggu. Dosis yang diberikan adalah 6,5 mg/kg bb/hari.

·         Leflunamid Leflunamid bekerja menghambat enzim dihidroorotat dehydrogenase sehingga pembelahan sel limfosit T auto menjadi terhambat. Dosis yang digunakan adalah 20 mg/hari.

·         Siklosporin Siklosporin bekerja menghambat IL-1 dan IL-2. Dosis yang digunakan adalah 2,5-5 mg/kgbb. Efek samping yang dapa terjadi adalah gagal ginjal.

3.       Kortikosteroid

Diberikan kortikosteroid dosis rendah setara prednison 5-7,5mg/hari sebagai “bridge” terapi untuk mengurangi keluhan pasien sambil menunggu efek DMARDs yang baru muncul setelah 4-16 minggu.

4.       Rehabilitasi

Terapi ini dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Caranya dapat dengan mengistirahatkan sendi yang terlibat melalui pemakaian tongkat, pemasangan bidai, latihan, dan sebagainya. Setelah nyeri berkurang, dapat mulai dilakukan fisioterapi.

5.       Pembedahan

Jika segala pengobatan di atas tidak memberikan hasil yang diharapkan, maka dapat dipertimbangkan pembedahan yang bersifat ortopedi, contohnya sinovektomi, arthrodesis, total hip replacement, dan sebagainya.

 

DAFTAR PUSTAKA

Febriana. (2015). Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Kasus Rheumatoid Arhritis Ankle       Billateral Di RSUD Saras Husada Purworejo. Naskah Publikasi Universitas Muhammadiyah Surakarta , 1-15.

Putra,T.R., Suega,K., Artana,I.G.N.B. (2013). Pedoman Diagnosis dan Terapi Ilmu Penyakit               Dalam. Bagian/SMF Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas     Udayana/RSUP Sanglah.

 

PERTANYAAN

 

1.       Sulfasalasin merupakan suatu prodruk yang diubah menjadi obat oleh bakteri di dalam kolon,apakah banyak sedikitnya jumlah bakteri didalam kolon mempemgaruhi kecepatan suatu produk tersebut berubah menjadi obat?

2.       Mengapa NSAID tidak dapat melindungi kerusakan tulang rawan sendi dan tulang dari proses destruksi?

3.       Siklosporin memiliki efek samping yaitu gagal ginjal.Modifikasi obat seperti apakah yang dapat mengurangi efek samping tersebut pada siklosporin?

10 Komentar:

Pada 19 Desember 2020 pukul 22.52 , Blogger Teti mengatakan...

Sangat menarik kak 👍

 
Pada 20 Desember 2020 pukul 00.32 , Blogger Riselya dw mengatakan...

Sudah sangat jelas kak,terimakasih

 
Pada 20 Desember 2020 pukul 07.26 , Blogger Anggi Permata Sari mengatakan...

Sangat bermanfaat🙏🏻👍🏻

 
Pada 20 Desember 2020 pukul 16.28 , Blogger Annisa Dhita Syahrial mengatakan...

artikelnya bagus dan dapat dipahami terimakasih ilmunya

 
Pada 21 Desember 2020 pukul 14.50 , Blogger Try Rahmawati Apriliyani mengatakan...

Terimakasih banyak atas ilmunya, artikelnya sangat bermanfaat 🙏🏻

 
Pada 21 Desember 2020 pukul 16.51 , Blogger Annastya Nur Azizah mengatakan...

Terimakasih artikelnya bagus dan mudah di pahami

 
Pada 21 Desember 2020 pukul 19.07 , Blogger Emelia Oktaviani mengatakan...

Artikelnya sangat bermanfaat

 
Pada 22 Desember 2020 pukul 01.05 , Blogger Unknown mengatakan...

👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻

 
Pada 22 Desember 2020 pukul 02.46 , Blogger yudia aprilia mengatakan...

👍👍

 
Pada 22 Desember 2020 pukul 03.19 , Blogger Maulizarni mengatakan...

Semangat terus yaa

 

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda